Belajar dari Kisah Tobatnya Ma'iz bin Malik
Kisah Tobatnya Ma'iz bin Malik - Buraidah mengisahkan bahwa suatu ketika Ma’iz bin Malik
datang menemui Rasulullah saw., seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sucikanlah
aku.”
Rasul menjawab, “Celaka, kembalilah, beristighfarlah dan
bertobat kepada-Nya.”
Ia pun pergi.tidak seberapa jauh, ia kembali lagi dan
berkata, “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku.”
Rasul menjawab, “Celaka, kembalilah, beristighfarlah dan
bertobat kepada-Nya.”
Ia pun pergi.tidak seberapa jauh, ia kembali lagi dan
berkata, “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku.”
Baca: Kisah Ayahanda Habib Syekh
Nabi pun menjawab dengan jawaban sama.
Pada kali keempat Rasulullah bertanya, “Menyucikanmu dari
apa?”
Ia menjawab, “Dari perbuatan zina.”
Rasul pun bertanya kepada sahabat lain, “Apakah dia gila.”
Sahabat itu pun menjawab bahwa dia tidak gila.
Rasul bertanya lagi, “Apakah dia telah meminum khamar?”
Seorang sahabat mendekati orang itu sambil mencium bau
mulutnya namun ia tidak mencium bau khamar.
Rasul bertanya, “Apakah kamu telah berbuat zina?”
Rasul pun memerintahkan para sahabat untuk merajamnya. Kaum
muslimin berselisih dalam mengomentari kasus ini ke dalam dua pendapat.
Pertama, kelompok yang mengatakan bahwa Ma’iz bin Malik telah binasa. Dan
sebagian lainnya mengatakan, “Tidak ada tobat yang lebih baik dari tobatnya
Ma’iz, karena ia telah mendatangi Rasulullah, menyerahkan dirinya dan berkata,
“Bunuhlah aku dengan batu.” Mereka pun berkomentar demikian dua sampai tiga
hari.
Lalu ketika mereka sedang duduk-duduk, Rasulullah datang
mengucapkan salam lalu duduk, seraya berkata, “Beristighfarlah kalian untuk
Ma’iz bin Malik.”
Mereka menyahut, “Semoga Allah mengampuni Ma’iz bin Malik.”
Rasulullah saw., bersabda:
“Ma’iz bin Malik telah bertobat dengan tobat yang meskipun
umat ini terpecah, maka masih luas baginya.”
HIKMAHBeruntunglah orang yang bertobat dari perbuatan jahatnya. Pasalnya, ia bagaikan seorang bayi yang baru lahir ke bumi.
